Langsung ke konten utama

K A M P R E T


By : Gareng

Pagi itu, ketika matahari belum genap memancarkan sinarnya yang tertutup awan yang sedang malas untuk bergerak. Hpku terbangun oleh telfonmu. Ada apa ini gerangan? Sudah sekian lama kita tidak saling menyapa, sms tidak terbalas, telfon tidak terangkat. Bahkan sepertinya kamu terjebak didunia para dinoasurus, hilang tanpa sinyal sama sekali. Suaramu serak, tapi tetap pada ciri khasmu. Kamu memberi isyarat bahwa telah cukup lama berdiri didepan pagar rumahku yang masih enggan aku buka kuncinya.
Aku loncat dari guling yang masih memelukku, bergegas membuka pintu dan kunci pagar rumahku. Betapa terkejutnya aku, setelah sekian lama kita tidak bertemu kamu muncul sepagi buta ini dengan tiba - tiba. Wajahmu memberi isyarat untuk masuk kedalam rumah. Seperti seorang hamba, aku nurut dan memperilahkanmu masuk rumah. Tanpa aku persilahkan, kamu langsung tiduran didepan TV yang baru saja kamu nyalakan. Tanpa aku tawari pula, mulutmu berucap, susu hangat. “meeeeeh, perempuan memang aneh” dalam gumamku.
Aku segera ke dapur untuk menyeduh susu hangat seperti yang kau ucapkan. Mengaduk sambil berfikir, mengadung tanpa konsentrasi pada gerakan adukan tanganku, tapi otakku teraduk – aduk perempuan itu.
Segera, susu aku bawa dengan tangan kananku. Otakku tak berhenti berfikir apa yang terjadi pagi ini, apa yang aku lakukan? apa yang akan kau lakukan?. Mau menuntut kesalahanku, atau kau ingin menjelaskan kesalahnku?
Ketika aku tiba di depan TV, kamu sudah duduk dengan senyummu yang masih sama, cantik sekali!!!
“kenapa tidak menghubungiku? kenapa telfonmu tidak pernah aktif?”
Apa yang aneh dengan gadis ini. “tidak kenapa – kenapa, aku malas pegang hp”
Aku benar – benar terdiam, gadis ini paling aneh dari pada gadis – gadis yang aku kenal sebelumnya. Aku terdiam bukan kepalang, tapi luluh oleh simpul senyumnya.” hadeeeeeh....”
“aku ingin berbicara sesuatu yang penting dengan orang sepertimu”
Otak semakin tidak karuan apa isinya, mulai dari raut mukamu. tapi juga muncul rumus fisika dan kimia untuk menghitung gaya dan gerak otakmu, sandi morse untuk memecahkan kode yang kamu buat, bilangan ganjil genap yang berputar – putar dimata, es dawet jabung dengan ekstrak manggis untuk menganalisis mungkin pikiranmu tercampur dengan elemen lain, tempe medoan dengan toping untuk menganalisa mungkin kepalamu abis terbentur tanpa helm keselamatan, dan entahlah, semua berkecamuk.
“kenapa diam?”
aku mengangguk, menyeruput sedikit susu yang masih panas yang seharusnya untukmu. aku tak peduli lidahku hormat kepanasan.
“kamu mau menikah denganku?”
aku mendengar suara angin mendesis dari balik pintu rumahku, waktu seakan bergerak pelan. Suaramu menjadi besar seperti video yang diperlambat, tidak  jelas. Dan aku diam. memandang gadis itu dengan harapan bahwa dia sedang ngelindur karena tim pujaannya Manchester United tidak lolos liga Champions. Suara aneh kembali keluar dari mulutnya.
“Mau Ndak?”
pertanyaan kedua kalinya yang membuatku terkejut, aku meluruskan. “Mau apa?”
“dengerin dong..... Kamu mau ndak nikah denganku?” dan lagi “aku serius”.
“suaramu kotak – kotak seperti kavling perumahan, bicara yang lain saja. aku tertawa karena menganggap itu adalah lelucon”.
“Aku serius”,, “kamu mau apa tidak?”
“kamu sedang dijodohkan?”, dan kemudian aku berkata lagi. “kamu sedang terkena sidak satpol PP umur untuk segera menikah?”
“tidak, aku sedang baik – baik saja”
“kamu ditinggal pacarmu? kamu terkena Pelakor?”
“tidak, aku baru memutuskannya seminggu yang lalu untuk kemudian menanyakan ini kepadamu”
kemudian dia beranjak berdiri. “baiklah, mungkin aku salah persepsi tentang sikapmu kepadaku”
aku menahannya. “ini bukan urusan sederhana, menikah tidak segampang menikung pacar orang” aku berusaha memecah suasana dengan candaan, dengan wajah cengar - cengirku.
“ini adalah hal yang sangat sederhana, masalah utamanya hanya kamu mau apa tidak?”
“kita belum kenal cukup lama”.
“orang yang sudah kenal lama pun, akan mengucapkan kata – kata seperti itu”
“baiklah, beri aku sedikit waktu untuk berfikir. atau paling tidak kita relathionship dulu”
“aku menawarkan pernikahan kepadamu, bukan pacaran”
“beri aku waktu sedikit untuk berfikir”..... “apa kamu tidak menyesal nantinya?”
“orang yang sudah menikahpun kadang menyesal dengan keputusan pernikahannya”
kemudian kami saling diam, saling pandang tanpa bicara. kemudian dia mulai mencoba menenangkan diri dengan meminum susu yang tadi aku minum. “aku beri waktu sampai susu ini habis!!”
aku masih tidak menjawab.
2 menit kemudian
“susuku sudah habis, jadi mau apa tidak?”
rumus artimatika, rumus matematika, grammer bahasa inggris, aksara bahasa jawa aku keluarkan semua untuk memecahkan masalah ini. Nihil, dan membuatku semakin terdiam.
kemudian dia bangkit, mulai menjauh dariku,  memakai sepatu abu –abunya kemudian beranjak pergi dan mengucapkan selamat tinggal dan mengucapkan selamat tinggal begitu saja.
aku tetap terpaku, mataku tidak hanya berkunang – kunang, tapi mengeluarkan kunang - kunang. “betapa bodohnya aku” umpatku dalam hati.


terinspirasi dan diadaptasi dari novel Puthut EA – Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jathil Obyog

  Kesenian Reyog terbagi atas dua bentuk yaitu reyog display dan reyog play. Reyog Display atau biasanya disebut Reyog Festival yang ditampilkan dalam event – event tertentu misal dalam Festival Reyog Nasional yang diadakan setahun sekali. Sedangkan Reyog Play adalah sebutan bagi Reyog Obyog. Dikatakan obyog karena dalam pementasannya tidak selalu berada dipanggung, penari turun secara langsung dan berbaur dengan penonton. Keistimewaan dari obyog adalah penonton boleh ikut berbaur dalam pertunjukkan dan ikut menari dalam pertunjukan tersebut. Selain itu, kesenian reyog obyog bisa dipentaskan dalam berbagai acara, misalnya hajatan, khitanan, rapat terbuka dll. Kesenian ini memiliki sifat gembira dan dinamis karena reyog obyog adalah sebuah tarian rakyat   dimana penonton boleh ikut menari bersama dengan pemain reyog obyog. Terdapat perbedaan yang mendasar pada unsur penari antara reyog festival dan reyog obyog. Unsur – unsur dalam reyog festival terdiri dari : Kelono ...

Filosofi Larung Sesaji di Telaga Ngebel Ponorogo

Kebudayaan merupakan sebuah kebiasaaan nenek moyang yang dilakukan manusia dalam lingkup sosial tertentu.   Salah satunya kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia ialah larung sesaji.   Larung sesaji itu sendiri merupakan menghanyutkan persembahan berupa makanan atau benda lain dalam upacara keagamaan yang dilakukan secara simbiolis. Larung sesaji terdapat di berbagai daerah salah satunya   yaitu berada di Ponorogo.   Ponorogo merupakan salah   satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki berbagai budaya yang tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lainnya.   Pada setiap tahun baru Islam atau Sura, Kabupaten Ponorogo mengadakan suatu rangkaian acara berupa   Grebeg Sura.   Dalam acara tahunan ini   ditampilkan berbagai macam seni dan tradisi seperti Festival Reog Mini, Festival Nasional Reog Ponorogo, bedhol pusaka, kirab pusaka dan yang terakir yaitu upacara larung sesaji yang dilaksanakan di Telaga Ngebel.   Upacara la...

Alam “properti” ber-Tuhan

By : Hayik Lana M  Pertanian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Petanian adalah salah satu tindakan dari sekian banyak tindakan lain untuk memanfaatkan potensi dari alam. Pertanian mulai muncul ketika masyarakat mampu menjaga ketersediaan pangan bagi diri sendiri dan kelompok. Manusia sebelumnya mengandalkan alam untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Kebutuhan manusia semakin meningkat dan alam sudah tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan pangan, akhirnya manusia yang terdesak kebutuhannya mulai menetap dan bertani. Tinggal menetap dan bertani tersebut berdampak pada kemunculan peradaban-peradaban dunia   Gambar : Perusahaan membakar hutan di Gala-Gala, Tapanuli, 1933. Foto: KITL Marsden mendapati pada April-Mei, jelang musim kemarau, petani telah memilih dan menandai hutan untuk ladangnya. Masyarakat memilih cara cepat meratakan pohon-pohon besar di hutan dengan memercikan api dari dua flint yang diadu. “Api bisa be...