Langsung ke konten utama

Postingan

Jathil Obyog

  Kesenian Reyog terbagi atas dua bentuk yaitu reyog display dan reyog play. Reyog Display atau biasanya disebut Reyog Festival yang ditampilkan dalam event – event tertentu misal dalam Festival Reyog Nasional yang diadakan setahun sekali. Sedangkan Reyog Play adalah sebutan bagi Reyog Obyog. Dikatakan obyog karena dalam pementasannya tidak selalu berada dipanggung, penari turun secara langsung dan berbaur dengan penonton. Keistimewaan dari obyog adalah penonton boleh ikut berbaur dalam pertunjukkan dan ikut menari dalam pertunjukan tersebut. Selain itu, kesenian reyog obyog bisa dipentaskan dalam berbagai acara, misalnya hajatan, khitanan, rapat terbuka dll. Kesenian ini memiliki sifat gembira dan dinamis karena reyog obyog adalah sebuah tarian rakyat   dimana penonton boleh ikut menari bersama dengan pemain reyog obyog. Terdapat perbedaan yang mendasar pada unsur penari antara reyog festival dan reyog obyog. Unsur – unsur dalam reyog festival terdiri dari : Kelono ...

Metode Essai Going

By : Gareng Kurikulum K-13 adalah sebuah kuruikulum yang menuntut guru melakukan   pembelajaran yang berpusat pada siswa ( Student centered ). Pembelajaran yang berpusat disiswa, harus melalui pendekatan saintifik (5M) meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan diharapkan dengan pendekatan ini akan membuat siswa lebih aktif, kolaboratif, dan partisipatif, mampu merangsang kemampuan berpikir kritis dan analisis siswa. Penerapan beberapa model pembelajaran seperti berbasis proyek (project based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran dengan pendekatan penyelesaian masalah (problem solving), menemukan (discovery/ inquiry) menjadi peluang bagi guru untuk menerapkan kegiatan pembelajaran pada level HOTS (Higher Order Thinking Skill)             Dasar penerapan kurikulum K-13 terhambat oleh, banyaknya materi yang harus disampaikan dan dikuasai si...

M E K R O K

By : Gareng Hari itu adalah hari libur nasional. Hari yang membuat kesibukan antara ibu dan anak, hanya sebatas rumah dan halaman, atau sesekali ibu pergi ke warung depan untuk gabah, dengan tetangga. eh gibah.. ~ Aku pagi itu masih “malas” untuk beranjak dari tahta tidurku. sebuah kebiasaan yang biasa aku lakukan setelah ibadah pagi aku kembali bergumul dengan guling kumalku. Aktifitas yang bisa disebut “malas”. Matahari sudah mulai segar, setelah dibasuh dengan embun pagi yang mulai menguap untuk bergelut menjadi udara. Sinar yang dipancarkan mulai muntup – muntup dari gorden kamar yang masih aku kancing rapat – rapat. Pintu diketuk oleh ibu, dan dibuka pelan. “Le, opo arep males – malesan saja, itu ayam udah pergi kepasar mencari makan, lha kamu masih bergelut dengan ilermu saja” Le atau thole , panggilan anak lanang dalam bahasa jawa. Tidak biasanya ibu membangunkanku pagi – pagi. “nggih, iya bu” “masa gara – gara Juventus imbang sama Tottenham, kamu males – m...